Selamat datang para penggemar Pokemon Ground di Indonesia...

Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.

"

pokemonHalo!!! Salam kenal dari Sandslash dan terima kasih sudah mampir....

Sandslash dkk. adalah sebuah weblog Pokemon yang secara khusus membahas tentang Pokemon tipe tanah/Ground beserta atribut-atributnya...
Weblog ini akan diperbaharui setiap dua minggu sekali dengan artikel-artikel dan postingan-postingan yang baru.
Berikut rubrik-rubrik yang ada pada weblog ini:


~GroundDex : membahas salah satu Pokemon tipe tanah secara tuntas termasuk pembahasan spesies yang menjadi inpsirasi Pokemon tanah.
~GrounDojo: membahas jurus-jurus (move) Pokemon, khususnya yang bisa digunakan Pokemon bertipe tanah dan juga menampilkan pertandingan Competitive Battle pilihan.
~GroundCard: menampilkan TCG bergambar Pokemon tipe tanah.
~Ground News: berisi berbagai informasi dan liputan teraktual tentang Pokemon, khususnya tipe tanah.
~Ground TV: menampilkan video-video pilihan Pokemon tanah.
~Local Map: Berisi lokasi-lokasi yang ada Pokemon tanahnya.
~PlayGround: berisi berbagai ide-ide kreatif dan ketrampilan yang berhubungan dengan Pokemon tanah.
~Strategy Center: berisi kumpulan strategi permainan Pokemon, khususnya tipe tanah.
~Sandslash's Burrow:
berisi kisah-kisah Sandslash dan kawan-kawannya serta obrolan dengan Elite Four L terkait pengalamannya dengan Pokemon.
~L's Diary: berisi cerita bersambung serial Petualangan Elite Four L di dunia Pokemon, Servada Chronicles.
~Elite Four's Notes: berisi tulisan-tulisan dibalik pembuatan artikel Sandslash dan kawan-kawan...

Oke, kalau tidak ada aral melintang, Sandslash akan selalu memperbaharui weblog ini dua kali setiap bulannya. Do'akan agar selalu update ya?

PERHATIAN!
Sebagian gambar dan materi dalam blog ini diambil dari internet sementara sebagian lagi murni buatan Elite Four L.
Elite Four L tidak akan mengklaim materi yang bukan miliknya.
Dilarang mengkopi artikel dalam blog ini tanpa izin dari Elite Four L.
Terima kasih.

Nama-nama dan karakter Pokemon adalah hak cipta dari Nintendo, GameFreak, Creatures Inc., dan Pokemon Company.

Sandslash dkk. adalah bagian dari komunitas Pokemon Indonesia.

Rabu, 30 April 2014

PlayGround: Casting Servada Chronicles


Fanfic Pokemon, Servada Chronicles telah mencapai episode 400 lebih, season ketiga. Tentunya, para pembaca setia telah mengikuti kisah dalam fanfic ini sejak pertama terbit 2009 lalu. Bagi pembaca setia, pernahkah merasa penasaran, seperti apa karakter-karakter Servada Chronicles di dunia nyata bila serial ini diangkat menjadi film live action seperti Rurouni Kenshin.
Pastinya, setiap pembaca setia telah memiliki gambaran seperti apa wujud karakter-karakter Servada Chronicles melalui penggambaran deskripsi dalam rangkaian kalimat yang ada. Apalagi, L Maulana selaku penulis juga menyempatkan diri membuat ilustrasi dari para karakter, yang dibuat ulang oleh Riku Graffitation untuk versi baru Servada Chronicles, Riwayat Servada.

Original Art, by L Maulana

Remake by Riku Graffitation


Nah, dari penggambaran yang ada itu, kita bisa tahu seperti apa sosok Lunar Servada yang bermata cokelat, berambut acak-acakan. Atau seperti apa Flame dengan rambut merah pendek dan jambul jingganya, serta Volta dengan rambut pirang dan carut di pipinya. Tapi tetap saja, gambaran itu masih sebatas imajinasi dan gambaran ilustrasi tak nyata. Lantas, seperi apa sih wujud manusia dari karakter-karakter ini di dunia nyata?
Well, iseng-iseng Skk GPI mencoba mereka-reka seperti apa karakter-karakter tersebut dihidupkan di dunia nyata. Kami mengandai-andai, misalnya serial Servada Chronicles diangkat menjadi film live action layar lebar, atau paling banter diangkat jadi sinetron. Nah, kira-kiranya nih, bila hal itu terjadi, siapa saja artis yang cocok memerankan karakter-karakter Servada Chronicles tersebut.
Berikut ini adalah artis-artis yang dianggap cocok memerankan karakter-karakter utama Servada Chronicles, versi Skk GPI berikut alasannya:

Irwansyah as Lunar Servada


Lunar memiliki gaya atau potongan rambut yang berubah pada setiap seasonnya. Pada Magma Season, rambut Lunar berdiri acak-acakan, berantakan. Namun, pada Hunter Season, gaya rambut itu berubah setelah dia mendapatkan sisir dari sang kakak. Pada season ini, rambut Lunar menjadi rapi. Nah, potongan rambut yang berganti namun tetap terasa cocok dimiliki Irwansyah. Setelah menilik beberapa foto Irwansyah dengan gaya rambut yang berbeda-beda, Skk GPI menemukan gaya rambut Lunar ada pada Irwansyah. Kemudian dari segi akting, selama ini Irwansyah dikenal bermain sebagai karakter utama protagonis. Dari tampangnya sendiri, sekilas Irwansyah terlihat sebagai orang yang peragu, sama dengan Lunar.

Olivia Lubis Jensen as Flame Evers

Olivia Lubis Jensen mungkin menjadi aktris yang paling cocok memerankan Flame. Bagaimana tidak, dari segi fisik, dia sangat mewakili penampilan Flame. Berwajah cantik, manis, berkulit putih, dan berambut merah. Sangat sesuai dengan pengambaran Flame. Apalagi, Olivia dikenal sering bermain sebagai remaja aktif yang ceria, namun kerap menemui permasalahan. Peran yang sering dimainkannya tersebut tak jauh beda dengan latar belakang Flame.

Rama Michael as Allejandro Volta

Pada Magma Season, Volta dikenal sebagai tokoh protagonist, bagian dari Magma Elite. Namun ternyata, terbongkar bahwa dia adalah mata-mata Tim Aqua. Hal ini lantas membuatnya tampil sebagai karakter anti-protagonist dengan karakter yang tak bisa ditebak, jahat atau baik. Karenanya, butuh sosok sosok yang mampu bermain sebagai orang baik sekaligus orang jahat untuk memerankan Volta. Bukan hanya dari segi acting, melainkan juga dari segi fisik. Yaitu, tampang yang terkesan baik, tapi memiliki tatapan licik. Yup, semua aspek itu dimiliki Rama Michael. Apalagi, Rama terbilang aktor tampan, pas dengan karakter Volta yang selama ini digambarkan tampan, keren, serta kharismatik.

--------------------

Itu baru tiga casting untuk tiga karakter utama Servada Chronicles, atau secara spesifik kita sebut sebagai Regu Elite Magma. Lantas, bagaimana dengan karakter-karakter lainnya? Kalian tentu penasaran. Bagi yang penasaran, terus ikuti Skk GPI, siapa tahu casting lainnya bakal dibahas di edisi mendatang.
Nah, menurut kalian sendiri, siapa sih yang paling cocok memerankan karakter-karakter Servada Chronicles? Apa kalian punya pilihan artis sendiri? Kalau ada, kalian bisa mengirimkan foto artis pilihan kalian, berikut nama karakter yang cocok diperankannya ke fanpage Elite Four L di http://www.facebook.com/elitefourel. Casting yang dibutuhkan saat ini yaitu: Ester Spectra (Phoebe), Parmin, Hurricane Sanctuary, dan Melona Bluesea. Bagi pembaca yang beruntung artis pilihannya dipilih sebagai casting Servada Chronicles, bakal mendapatkan kesempatan tampil dalam Servada Chronicles the Movie 3 yang segera diproduksi. Kiriman kalian ditunggu lho!

Lunar's Diary: Eps.429 - Luapan Kekesalan

Episode 429: Luapan Kekesalan

“Menarik sekali Lunar… maksudku si Pincang,” ledek Volta. “Karena terakhir kali kita bertarung Pokemon… saat itu kamu kalah dengan menyedihkan!”
A…Apa kata Volta? Kalah dengan menyedihkan?
Aku terdiam. Segera saja aku teringat pertarunganku melawan Volta, saat Tim Magma menggelar pesta di Continent Magmarine, kapal selam yang menjadi markas Tim Magma setelah Gunung Chimney digerebek Ranger. Apa yang dikatakan Volta benar. Dalam pertarungan terakhirku melawan Volta, aku kalah telak. Tropius, Ninjask, dan Sandslash, semuanya kalah. Sangat ironis saat Sandslash, yang kala itu belum kuberi nama, bisa dikalahkan Electabuzz. Ditambah lagi kenyataan pahit, yang tak bisa kulupakan sampai saat ini. Bahwa Badut, bukan… tapi Volta… adalah pengkhianat.
“Ya, kamu benar,” sahutku mencoba tegar. “Kamu benar mengatakan aku menyedihkan, karena Pokemon tanah dikalahkan Pokemon listrik,” sambungku. Kutatap Volta penuh emosi, dan Volta membalas tatapanku dengan tampang meremehkan. “Tapi,” aku kembali bicara, “Tapi sebenarnya kamulah yang paling menyedihkan malam itu. Kamu…. Kamu membuat sahabatmu menangis!”
Akhirnya kukeluarkan juga kekesalan yang telah kupendam selama ini. Mendengar itu, kulihat ekspresi wajah Volta berubah. Dia tampak terkejut dengan apa yang kukatakan. Bukan hanya ekspresinya yang berubah, tapi suasana arena mendadak berubah lengang. Mungkin aku terlalu keras mengucapkannya, hingga para penonton mendengarnya. Kini, semua mata penonton melihat ke arahku!
“Dia!” seruku kemudian seraya menunjuk Flame yang berdiri di tengah-tengah kami. Flame tampak kaget dengan apa yang kulakukan. Mungkin, dia juga tampak kaget mendengar ucapanku barusan. Mungkin dia tak menyangka aku akan membuka kembali masa lalu kami dulu. Tapi sudah terlambat untuk menyesali apa yang sudah kuucapkan. Sudah terlambat untuk menghentikan pelampiasan kekecewaanku selama ini.

“Dia!” aku kembali mengulang ucapanku, dengan tangan mantap menuding ke arah Flame. “Dia yang kamu buat menangis… dua tahun yang lalu,” kataku sembari mendelik tajam ke arah Volta, yang kini tak berkutik. “Dia yang menganggapmu sebagai sahabat… dia yang sudah begitu percaya padamu… yang dibelanya mati-matian…. kemudian kamu khianati begitu saja?”
Aku berhenti sejenak. Volta masih terdiam, pun dengan Flame. Volta tampaknya tak menyangka aku akan mengeluarkan pernyataan sekeras itu di arena ini. Pun dengan Flame, yang kini hanya menunduk, mencoba menghindari tudingan dariku, atau tatapan Volta. Sementara para penonton pun terdiam. Sebagian mereka tampak bingung dengan apa yang tengah terjadi di arena, seraya berbisik bertanya-tanya. Sebagian lagi, tampak tak sabar menantikan kelanjutan drama spontan sebelum final ini.
“JAWAB AKU VOLTA!” aku membentak sangat keras. Kurasakan urat-urat di keningku menegang. Kurasakan peluh keringat mulai menetes, padahal pertarungan belum dimulai. “Jawab aku…. Siapa yang sepatutnya disebut menyedihkan?!” tanyaku mulai menurunkan suara. “Aku… yang kalah dalam pertarungan Pokemon… atau kamu, yang mengkhianati sahabatmu sendiri…”
Volta terdiam. Dia tak bicara apa-apa. Kesombongan yang ditunjukkannya di awal perkenalan tadi mendadak lenyap. Ini pertama kalinya kulihat Volta begitu lemah. Padahal, aku hanya menyerangnya dengan kata-kata. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya sekarang. Mungkin saja kini dia sudah menyadari kesalahannya, yang membuatnya tak punya jawaban apapun atas semua tudinganku. Huh, tapi aku belum selesai. Aku masih ingin melanjutkan kekesalanku… meluapkan amarahku yang selama ini terpendam begitu saja. Aku akan…
“Hentikan Lunar.”Tiba-tiba terdengar suara pelan Flame. Padahal, saat ini aku akan kembali melanjutkan ucapanku. Aku beralih melihat Flame yang masih tertunduk melihat ke bawah. “Hentikan semua ucapanmu,” lanjut Flame. Dia mendongak, dan membalikkan wajahnya cepat menatapku. “Kamu di sini bukan untuk mengungkit masa lalu. Ingatlah, kamu ada di sini untuk pertarungan final,” serunya dengan nada bergetar. Aku tak bisa melihat wajahnya secara jelas, namun sepertinya Flame tengah berusaha menahan tangis dalam matanya yang berkaca-kaca.
“Sekali lagi kudengar kamu mengatakan hal-hal yang berada di luar turnamen,” kata Flame meneruskan ucapannya, “… aku tak segan-segan mendiskualifikasi dirimu.”
Aku terhenyak tak percaya. Bahkan, setelah semua yang telah terjadi, Flame masih saja menganggap Volta sebagai sahabat. Aku benar-benar tak percaya. Tapi… Flame benar, aku di sini bukan untuk mengungkit masa lalu. Aku di sini untuk final. Flame telah bersikap profesional. Dia berupaya keras menahan emosinya, demi melakukan tugasnya sebagai Miss Festival. Walaupun aku tahu, dia sebenarnya…
“Kamu dengar apa yang dikatakan Flame, Lunar…” Volta akhirnya bersuara. Dia tampak menegakkan tubuhnya, dan berdiri menantang. “Masalah pribadi, hendaknya diselesaikan di kesempatan lain,” ujarnya kembali angkuh. “Karena hari ini… aku sudah tak sabar untuk… membakarmu!”

BAB LXI  SELESAI.

Ground News: Serial Pokemon Multiply

Serial Baru, Menampilkan Para POINers


Kabar gembira bagi penggemar fanfic Pokemon, khususnya para POINers. Karena, telah muncul serial fanfic baru berjudul Pokemon Multiply, yang terbit di POIN Magz. Serial buatan penulis Servada Chronicles, L Maulana ini mengisahkan tentang petualangan Pokemon trainer di region Equater, region yang dibuat berdasarkan region milik para POINers, Poinesia. Yup , serial baru ini bakal menghadirkan para POINers di sepanjang kisahnya.
L Maulana selaku penulis menyatakan, serial ini dibuat untuk mengenang sekaligus sebaga9i dokumentasi para POINers, anggota komunitas POIN Multiply, komunitas Pokemon yang pernah menjadi komunitas penggemar Pokemon terbesar di Indonesia (kini berbuah menjadi majalah POIN Magz). Nantinya, karakter-karakter POINers khususnya para POINers aktif yang telah memiliki desain karakter, bakal tampil di serial ini dengan perannya masing-masing. Termasuk Elite Four POIN beserta Championnya. Wuih, tentunya bakal menarik nih.
Namun, dalam penggarapannya, L Maulana tidak bekerja sendiri. Di bekerja sama dengan Rikhana Ardilla, admin POIN Magz dalam hal pembuatan ilustrasi. Yups, setiap ilustrasi yang ada pada serial ini dilukis oleh cewek imut yang kini menjadi pemimpin POIN tersebut.
Adapun mengenai garis besar ceritanya sendiri berkisah tentang petualangan Dil Golnar, seorang remaja perempuan 13 tahun yang menjadi Pokemon trainer demi bisa bertemu Pokemon Legendaris, Ho-Oh. Bukan itu saja, dengan menjadi Pokemon Trainer dia ingin bisa bertemu dengan sahabat karibnya, Rai Zone. Dalam perjalanannya ini Dil tidak sendiri, dia ditemani dua trainer lainnya yaitu Neo Xys dan Psy Chup. Serta, pokemon andalannya, Shinx bernama Furasshu.
Serial ini mulai diterbitkan secara berkala di POIN Magz sejak 20 April lalu. Meski disebut bakal terbit secara berkala, namun belum ada informasi pasti setiap kapan episode terbarunya dirilis. Skk GPI mencatat, dalam dua hari, episode perdananya yang berjudul ‘Anak Nakal Flown Town’ telah mendapat 26 likes. Bagi penggemar Pokemon yang penasaran dengan jalinan ceritanya, dapat langsung membacanya di sini (klik).


Lunar's Diary: Eps.428 - Dua Finalis

Episode 428: Dua Finalis

Kembali ke diariku…

Suasana Battle Dome pagi ini begitu ramai. Lebih ramai dari hari pertarungan sebelumnya. Kuamati, semua tempat duduk di tribun penonton telah terisi. Teriakan-teriakan pun terdengar cetar membahana ke berbagai sudut arena. Mereka meneriakkan julukanku, dan julukan si Volta. Sementara, di tribun kehormatan, Scott tampak duduk tenang, menyaksikan langsung pertarungan final ini.

Namun, suasana riuh itu mendadak lengang ketika sesosok perempuan berambut merah pendek dengan gaun hijau tampak anggun memasuki tengah arena. Miss Festival, yang tak lain adalah Flame, bakal kembali memimpin jalannya pertarungan. Kali ini, laga pamungkas turnamen yang telah berjalan selama sebulan lamanya ini.
“Selamat datang di Battle Dome, Battle Frontier!” terdengar jelas suara Flame yang volumenya menjadi berlipat-lipatkarena mikropon.“Selamat datang di Final Frontier Festival!”
“YEEEEEE!!!!”
Seruan para penonton terdengar begitu keras menyahut sapaan Flame.Flame yang melihat antusiasme para penonton tampak senang. “Sepertinya kalian semua sudah tak sabar menyaksikan pertarungan yang telah ditunggu-tunggu… Pertarungan akhir Frontier Festival!”
Lagi, suara Flame disambut riuh sorakan penonton.Mereka terdengar begitu senang dengan pertarungan ini.Membuatku teringat pertarungan final Liga Ever Grande dulu, saat aku berhadapan dengan Kernway.
Pertarungan final hari ini memang bukan partai final pertamaku. Sebelumnya, aku juga pernah mencapai babak final dalam liga Pokemon Hoenn, Ever Grande.Sayangnya, aku gagal menang, aku dikalahkan lawanku saat itu, Erou Kernway. Karenanya, pada finalku kedua ini, aku tak boleh mengulangi kegagalan itu. Aku harus menang!
Di sisi biruInilah dia finalis pertama kita….” Seru Flame mulai memperkenalkan finalis. “Dari Kota Verdanturf… dengan julukan si Pincang… Inilah dia… Lunar Servada!
Serta merta aku muncul ke arena. Seketika pula para penonton langsung berteriak meneriakkan namaku… bukan, mereka meneriakkan julukanku, si Pincang. Mau tak mau aku harus menerima julukan itu, karena memang begitulah aku dikenal di turnamen ini.
“PINCANG! PINCANG! PINCANG!”
“AYO PINCANG! Kalahkan si Badut!
“Pincang, menangkan final ini! Jadilah juara!”
“PINCANG! Kami mendukungmu!”
Teriakan-teriakan itu… keramaian ini… benar-benar momen yang kurindukan. Aku tak menyangka akan merasakannya lagi di Battle Frontier. Saat ini…. Sekali lagi aku di final.
Dan di sisi merah… finalis kedua kita….” Flame kembali memperkenalkan finalis. Kali ini siapa lagi kalau bukan…
Mengaku berasal dari Kota Goldenrod, Provinsi Johto… Inilah dia…. Badut!”
Bersamaan dengan itu, teriakan menggema di berbagai penjuru ruangan. Disusul, munculnya sesosok berambut kuning keemasan, dengan baju putih, dan jubah cokelat berkibar. Itu Volta.
“HIDUP BADUT!”
“AYO BADUT!”
“BADUT! BADUT! BADUT!”
Volta tampak tersenyum mendengar nama julukannya itu berkali-kali disebut. Dia menengadah, melihat berkeliling ke arah tribun penonton.Sejurus kemudian, dia menatap ke arahku dengan tajam.
“HAH! Akhirnya Lunar. Akhirnya kita bersua di arena ini,” ujarnya ketus. “Tak kusangka aku bisa berhadapan kembali denganmu dalam pertarungan Pokemon. Bahkan turnamen resmi seperti ini,” lanjutnya.
“Ya, aku juga begitu,” sahutku tak mau kalah. “Akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu. Akhirnya tiba saatku, untuk menuntaskan kebencianku padamu… Badut… atau kalau boleh kusebut… VOLTA!”
Volta tersenyum sinis. Dia menggerakkan tangan kanannya ala pemain sulap kartu, memunculkan tiga buah PokeBall masing-masing terjepit di sela-sela jari tangannya.
“Menarik sekali Lunar… maksudku si Pincang,” ledek Volta.“Karena terakhir kali kita bertarung Pokemon… saat itu kamu kalah dengan menyedihkan!”