Selamat datang para penggemar Pokemon Ground di Indonesia...

Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.

"

pokemonHalo!!! Salam kenal dari Sandslash dan terima kasih sudah mampir....

Sandslash dkk. adalah sebuah weblog Pokemon yang secara khusus membahas tentang Pokemon tipe tanah/Ground beserta atribut-atributnya. Blog ini juga menampilkan fanfic terpopuler di Indonesia, Servada Chronicles karangan Elite Four L.

Kalau tidak ada aral melintang, Sandslash akan selalu memperbaharui weblog ini dua kali setiap bulannya. Do'akan agar selalu update ya?


PERHATIAN!
Sebagian gambar dan materi dalam blog ini diambil dari internet sementara sebagian lagi murni buatan Elite Four L.
Elite Four L tidak akan mengklaim materi yang bukan miliknya.
Dilarang mengkopi artikel dalam blog ini tanpa izin dari Elite Four L.
Terima kasih.

Nama-nama dan karakter Pokemon adalah hak cipta dari Nintendo, GameFreak, Creatures Inc., dan Pokemon Company.

Sandslash dkk. adalah bagian dari komunitas Pokemon Indonesia.

Kamis, 12 Februari 2015

GroundTV: Pokemon Origin Subtitle Indonesia



Pada beberapa edisi sebelumnya, Skk GPI pernah menampilkan berita tentang Pokemon Origins, serial anime spesial menyambut rilisnya game Pokemon generasi keenam, Pokemon XY. Serial anime yang terdiri dalam empat episode ini mengisahkan kembali seri game pertama Pokemon, Pokemon Red and Blue. Kini, Skk GPI menghadirkan Pokemon Origins dalam satu file video Matroska (mkv) dengan subtitle bahasa Indonesia terjemahan Elite Four L yang bisa diunduh para penggemar Pokemon di Indonesia.
Pokemon Origins subtitle Indonesia ini merupakan produksi Elmaulana Subs, persembahan Elite Four L untuk weblog Lunar Servada yang bekerja sama dengan POIN Magz dan Skk GPI. Bagi para pembaca setia Skk GPI dan penggemar Pokemon di Indonesia yang ingin mengunduhnya, dapat mengunjungi weblog Lunar Servada Weebly di alamat berikut ini:



Sebelum menyaksikan, ada baiknya membaca terlebih dulu keterangan yang ditulis dalam artikel tersebut, untuk mengetahui latar belakang pembuatannya, termasuk informasi mengenai perubahan nama-nama karakter serta penerjemahan istilah-istilah Pokemon yang ada di dalamnya. Jadi tunggu apalagi, langsung unduh filenya dan saksikan bersama keluarga. (skk)

Lunar's Diary: Eps.453 - Berpindah Tempat

Episode 453: Berpindah Tempat

ZAM!
Tiba-tiba aku sudah berdiri di sebuah tempat yang sangat asing, yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Alakazam Volta tampaknya membawaku ke sebuah pulau tak berpenghuni dengan jurus teleportasinya. Hanya cadas dan tanah gersang yang kulihat di sini. Pulau ini tak terlalu besar, mungkin seukuran enam kali lapangan sepak bola. Aku bisa melihat dan mendengar deburan ombak menghantam tiap sisinya. Entah apa yang tengah direncanakan Volta, tapi aku mesti tetap waspada.
ZAM!
Pada kilatan kedua muncul Volta dengan membopong tubuh Flame yang tampak tak sadarkan diri di sampingnya. Mereka muncul di seberangku, sekitar lima belas meter dari tempatku berdiri.
“Volta, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa kami ke tempat ini?” tanyaku penasaran.
“Agar aku bisa menghabisimu dengan mudah,” jawab Volta singkat. Dia lalu menyandarkan tubuh Flame di sebuah batu besar di dekatnya.
“Jadi kau serius akan membunuhku? Lalu kenapa kau mesti membawaku jauh dari Battle Frontier? Kenapa pula kau membawa Flame? Kupikir ini hanya antara kita berdua,” cecarku.
Volta mendengus dan memandang ke arahku. “Pulau ini berada tak jauh di sekitar Battle Frontier. Aku membawa Flame agar dia tidak mengganggu rencana kami dengan kemampuan tubuh apinya. Kamu tahu sendiri kan bagaimana dia begitu menyusahkan di depan rumah sakit waktu itu? Lagipula aku tak bisa membiarkannya di sana bersama si mesum itu,” jawab Volta.
“Yeah, aku sudah menduga itu. Sejahat apapun dirimu, kau takkan bisa membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Flame,” sahutku.
“Jangan terburu-buru menyimpulkan, Lunar,” sergah Volta. “Sudah kukatakan kalau aku ini bukan lagi sahabatmu, bukan lagi sahabat kalian. Aku ini bagian dari kelompok Paci, yang tak segan-segan melukai kalian.”
“Oh ya? Kalau kau memang bagian dari mereka, kenapa kau menolak perintah Nanta? Kenapa pula kau...”
“Sudahlah Lunar!” bentak Volta mengagetkanku. “Aku tak punya waktu untuk menjawab setiap pertanyaan bodohmu itu. Saat ini prioritasku adalah menghabisimu,” lanjutnya mendelik.
“Memangnya apa yang akan kau dapatkan setelah membunuhku? Bukankah masalah di antara kita sudah selesai dalam pertarungan final?”
Volta diam tak menjawab pertanyaanku. Dia lantas tersenyum, seraya mengeluarkan sebuah bola berwarna hijau dari dalam saku... bukan, bukan dari dalam saku. Tapi dari dalam dadanya! Yang benar saja!
“Apa... Apa itu? Bagaimana dia bisa keluar dari dadamu?” tanyaku tercengang.

Volta terkekeh mendengar pertanyaanku. Dilempar-lemparkannya bola itu ke udara, mencengkeramnya dengan kuat, lantas dengan cepat menunjukkannya padaku. “Lunar, kamu juga punya bola seperti ini bukan? Bola berwarna merah, yang ada di lengan kirimu. Benar bukan?”
Apa? Bagaimana mungkin Volta tahu tentang orb merah yang tertanam di lenganku? Bukankah hanya aku dan RedClaw yang tahu mengenai hal ini? Bagaimana mungkin...
“Mungkin sekarang kamu bertanya-tanya kenapa aku bisa tahu mengenai Pokemon yang bersemayan di tubuhmu,” ujar Volta kemudian. “Tapi aku takkan repot-repot mengatakan dari mana aku tahu hal itu. Karena kamu tahu, Pokemon itu... Groudon, akan segera kudapatkan. Sekalipun aku mesti menghabisi nyawamu!”
Aku terkejut. Sudah jelas Volta takkan main-main dengan ucapannya. Dari nada suaranya dan dari sorot matanya, aku bisa mengetahui kalau dia benar-benar serius. Lalu bola hijau itu, apakah itu ada hubungannya dengan Pokemon legenda seperti yang kumiliki. Bila benar, kalau bolaku adalah Groudon, maka bisa jadi bola milik Volta itu adalah..
“Lunar, biar kuperkenalkan padamu Pokemon yang akan menghabisimu hari ini,” kata Volta mencengkeram bolanya mantap. “Ini bukan sembarang Pokemon. Ini adalah Pokemon legendaris. Apapun yang akan kamu lakukan, akan dapat dihentikan olehnya.”
“Perasaan ini... Ada apa?”
“Inilah alasan keberadaanku di dalam kelompok Paci, yang sebenarnya sangat tidak kuinginkan,” lanjut Volta.
“Kenapa... Kenapa rasanya...”
“Meski begitu, inilah cara terhebat untuk menunjukkan kemampuanku sebagai pelatih Pokemon yang sebenarnya.”
“Jangan-jangan... Ini adalah...
“Sambutlah Lunar, sambutlah Pokemon terhebat yang pernah kudapatkan... sambutlah Pokemon terkuatku.... Pokemon langit tinggi!”

Sebuah sinar hijau berkilat-kilat muncul dari bola hijau di tangan Volta. Kilatan sinar itu terus berputar-putar, hingga akhirnya membesar, terus membesar dan memunculkan ledakan cahaya yang dahsyat. Dan setelah cahaya itu hilang, sesosok Pokemon hijau raksasa bertubuh menyerupai ular naga melayang di sana. Pokemon itu adalah...

BAB LXV SELESAI


Keterangan alih bahasa:

-          Pelatih Pokemon: Pokemon Tainer
-          Galian: Dig
-          Teleportasi: Teleport
-          Bola hijau: Green Orb
-          Bola merah: Red Orb
-          Lumpuh: Paralys
-          Gelombang petir: Thunder Wave
-          Serangan bunuh diri: Selfdestruct
-          Mobil kabel: Cable Car
-          Tubuh Api: Flame Body

Lunar's Diary: Eps.452 - Lima Persen Sandslash

Episode 452: Lima Persen Sandslash

“Penjahat sepertimu... tak layak disebut pemenang!” teriak Flame marah.
“Oh, begitukah?” sahut Nanta terkesan meledek. “Lalu, apa yang mau kamu katakan, Nona Flame? Terakhir kali aku melihatmu, kamu sedang mengenakan pakaian Flareon yang sangat seksi. Aku sampai tergoda dibuatnya.”
Flame mendongak, menatap Nanta dengan tatapan penuh benci. “Lelaki mesum sepertimu takkan pernah mengerti bagaimana menjadi pemenang sejati,” ujarnya seraya mengalihkan pandangan sekilas ke tribun penonton. “Keramaian yang terjadi di sini... persaingan yang terjadi di sini... semuanya bukan hanya untuk menjadi atau melihat pemenang. Menjadi pemenang atau melihat pemenang, semuanya hanyalah sebuah tujuan. Tapi proseslah yang terpenting.”
“Ho... begitu...” Nanta mengangguk seakan tertarik. “Kita bikin cepat saja, Nona Manis,” katanya menggoda. “Apa yang sebenarnya mau kamu katakan?”
“Battle Frontier ini...” jawab Flame, “...adalah tempat bertemunya para penggemar pertarungan Pokemon. Mereka datang ke sini untuk melihat, untuk merasakan pengalaman dalam pertarungan Pokemon. Untuk melihat bagaimana terjadinya persahabatan di antara Pokemon, di antara para petarung, di antara para penonton yang menyaksikan turnamen ini. Itulah esensi dari Frontier Festival... itulah kenapa turnamen ini diselenggarakan!”
“Wow, menarik sekali ucapanmu, nona manis... aku baru tahu itu, terima kasih sudah repot-repot mengatakannya,” kata Nanta tersenyum sinis. “Lalu, apa kesimpulannya? Aku semakin tidak sabar mendengarnya.”
Flame terdiam sejenak, lalu melihat cepat ke arah Nanta. “Kesimpulannya... aku takkan memaafkan orang yang tega merusak hal tersebut... aku tidak akan memaafkan mereka yang telah tega merusak persahabatan! Yang telah tega mengganggu turnamen ini. Takkan kubiarkan Battle Frontier direbut oleh orang sepertimu!”
“Hahaha.... perkataan yang nonsense, Nona Flame... Hahaha...” ujar Nanta sembari tergelak. “Semua yang kamu katakan tadi itu hanya indah didengar, hanya kata-kata kosong tak bermakna. Lihatlah kenyataannya, lihatlah apa yang terjadi sekarang ini. Persahabatan yang kamu banggakan itu tidak akan merubah apapun di sini. Semanis apapun ucapanmu, Battle Frontier bakal tetap kurebut dari si gendut itu...”
“Sekarang, akan kutunjukkan padamu betapa tidak berharganya persahabatan itu,” sambung Nanta. Perlahan dia berjalan menghampiri Flame, lantas merunduk tepat di depan Flame. Sementara Flame membuang muka, tak mau memandang wajah lelaki menyebalkan itu. “Rupanya manisku ini masih sombong saja,” godanya sambil memegang dagu Flame dengan telunjuk dan ibu jarinya.
“Apa... apa yang mau kamu lakukan?” tanya Flame dengan nada bergetar.
“Tenang saja Manis, aku takkan menya...”
“Hentikan Nanta!” teriakku cepat. Secara spontan tubuhku bergerak berdiri, membuat perhatian semua orang yang ada di arena langsung beralih tertuju padaku, termasuk Nanta. Aku sendiri terkejut menyadari aku mampu bergerak. Kupikir gelombang petir mestinya sudah melumpuhkanku. Tapi...
“Bagaimana mungkin kamu bisa berdiri?” tanya Nanta terkejut. “Gelombang petir tadi mestinya sudah mengenai dan melumpuhkan semua orang di dalam Battle Dome ini. Kecuali anggota Kelompok Paci yang mengenakan pakaian anti listrik. Tapi kamu kan bukan anggota kami. Bagaimana kamu bisa...”
“I... Itu... aku...” aku tergagap. Aku sendiri tak tahu kenapa aku mampu bergerak. Tapi ini bukan saatnya untuk bertanya-tanya, ini saatnya untuk bergerak! “Guardian, GALIAN!”
Tanah di bawah Nanta langsung bergetar. Dengan kecepatan yang tak terbayangkan, Sandslash andalanku muncul keluar langsung menghantam Nanta, membuat bos mafia itu terhempas jatuh ke tanah.
“Si... Sial. Apa yang... Argh...” erang Nanta kesakitan. Anggota-anggota kelompok Paci pun langsung berlari ke arah pemimpin mereka itu.
“Maaf Nanta, tapi aku tak bisa menunggu lebih lama lagi,” kataku penuh percaya diri. “Sebenarnya pantang bagiku memerintahkan Pokemonku untuk menyerang manusia. Tapi untukmu sepertinya pengecualian, setelah apa yang kau lakukan pada kami semua! Beruntung Guardian masih ada di arena, dengan sisa tenaganya yang hanya lima persen.”
“KURANG AJAR KAMU PINCANG!” umpat Nanta marah.
“Biar kubereskan si Pincang ini Bos,” kata Mickey menawarkan diri. Namun baru saja melangkah, Volta langsung bergerak menghalanginya.
“Aku yang akan membereskannya,” kata Volta singkat.
“Tapi Volta...”
“Serahkan ini pada Volta, Mickey,” kata Nanta berusaha bangkit. Dibantu anak buahnya, dia berdiri dan membersihkan pakaiannya. “Dialah yang akan mengatasi si Pincang. Itu sudah jadi rencana awal. Bagaimanapun hanya Volta yang bisa mengatasi si Pincang itu. Itulah alasan kenapa dia ada di tim ini,” jelasnya.
Apa? Kehadiran Volta sudah direncanakan untuk mengatasiku? Dan hanya Volta yang bisa mengatasiku? Apa maksudnya ini?
“Volta, kuberikan apa yang sudah kau minta. Maka lakukanlah dengan baik. Habisi dia!” perintah Nanta geram.
“Maaf Nanta,” sahut Volta menoleh ke arah Nanta. “Sudah kubilang kan kalau aku tidak menerima perintah dari siapapun, termasuk dari dirimu. Bila aku menghabisi Lunar, itu karena keinginanku sendiri. Sejak awal aku memang berniat untuk menghabisi si Pincang ini,” sambungnya
“Ya ya ya... terserah kamu saja,” timpal Nanta terdengar malas.
Volta tersenyum lantas menatap ke arahku. “Lunar, kamu selalu membuatku terkesan,” pujinya. “Aku lupa kalau Sandslash-mu masih bertahan dengan sisa tenaga lima persen. Sepertinya aku memang terlalu meremehkanku, padahal kamu sudah mengalahkanku di final. Kalau begitu kali ini akan kubuat cepat.”
“Volta, katakan padaku apa maksud perkataanmu tadi... Apa yang sebenarnya...”
“ALAKAZAM!”
Belum sempat aku meneruskan ucapanku, seekor Alakazam tiba-tiba muncul di belakangku, menyentuh tubuhku dan sejurus kemudian.... aku hilang.